SUDAHKAH ANDA BERSEDEKAH HARI INI ? cARA TERBAIK BERSEDEKAHBayangkan beliau orang tua kita ? Berjualan untuk hidup... Kadang dagangan tidak habis... Kadang kehujanan, kadang dicaci.... Salurkan sedekah anda ke admin otak bergetar.. BCA 460-000-1464... Admin bertanggung jawab menyalurkan seluruh bantuan ke yang berhak.. dan akan ada laporan resminya... "Amalmu yang akan menyelamatkanmu" Ingat... sebagian rezeki kita adalah hak mereka...
×

Review Anime Movie Grave Of The FireFlies

Review Anime Movie Grave Of The FireFlies - Hallo sahabat tersayang... cieeee, Pada sharingkali ini yang berjudul Review Anime Movie Grave Of The FireFlies, saya telah membuat artile ini, mudah-mudahan isi postingan yang saya tulis ini dapat anda pahami. okelah, ini detailnya.

lihat juga


Review Anime Movie Grave Of The FireFlies


Review  Anime Movie Grave Of The FireFlies – Grave Of The Fireflies adalah anime movie yang dirilis pada tahun 1998. Grave Of The Fireflies(GOF) adalah anime yang bertemakan tentang kondisi warga jepang ketika peperangan Jepang melawan Amerika Serikat pada masa perang dunia ke 2.

Dalam film ini yang menjadi tokoh utama adalah Pasangan Kakak beradik bernama Seita dan Setsuko. Seita merupakan Remaja yang bercita-cita menjadi tentara sedangkan Setsuko adalah adik seita yang berumur sekitar 5 tahun. Pada awalnya Seita dan Setsuko adalah keluarga yang bisa dibilang kaya raya, bisa dilihat dari ayahnya yang bekerja sebagai pasukan tentara laut serta tabungan ibunya yang mencapai 5.000 yen lebih.

Dimulai saat Amerika Serikat memulai perangnya kepada jepang dengan meluncurkan bom ke area penduduk tepatnya di Kota Kobe dimana disana adalah tempat tinggal Seita dan Setsuko bersama dengan ibunya. Pada saat itu pula terdapat shirine untuk berlindung ke tempat perlindungan. Ibu Seita dan Setsuka pergi terlebih dahulu ke tempat perlindungan tetapi Seita dan Setsuko harus mengamankan barang-barangnya terlebih dahulu lalu pergi ke tempat perlindungan.

Pemboman dimulai. Semua rumah di area penduduk mulai hancur dan dilahap api, tanpa pikir panjang Seita langsung menggendong Setsuko untuk berlindung ke tempat perlindungan. Tetapi pada saat ke tempat perlindungan Seita mendapat oleh bibinya bahwa ibunya terluka. Dan tak lama setelah itu ibunya meninggal.
Karena takut sedih Seita tidak berniat untuk memberitahu Setsuko tentang kematian ibunya dan membual kalau ibunya hanya sedang sakit. Padahal beliau sudah meninggal. Setsuko dan Seitapun mulai tinggal di tempat bibinya, ditemoat bibinya sangat nyaman tetapi lama kelamaan si bibi Seita ini mulai menganggap bahwa Seita dan Setsuko hanya beban dan hanya merugikannya.

Karena dalam kondisi perang susah mendapatkan makanan, jadi Seita serta adiknya hanya dianggap sebagai orang pembawa sial. Karena dianggap menyusahkan Seita dan Setsuko pergi meninggalkan rumah bibinya dan memilih untuk tinggal di Gua. Tidak ada kesedihan dan penyesalan yang Nampak dari wajah mereka, mereka sangat bahagia dan senang tinggal di tempat itu.


Terdapat 2 gua yang saling bersebrangan di tempat tinggal barunya Seita dan Setsuko. Di gua pertama Setsuko berkata :

“ Ini bisa jadi dapur “

Di gua yang kedua Setsuko mengatakan :

“Ini bisa jadi ruang tamu, tapi dimana Kamar mandinya ?”
Karena didepan terdapat danau dan dikelilingi oleh hutan jadi kita bisa kencing dimana saja. 

Malam di gua begitu gelap, tetapi syukurlah disana Setsuko dan Seita di kerumuni oleh kunang-kunang. Pada pagi harinya Setsuko melihat Kunang-kunang yang telah mati, dan Setsuko juga sudah tau kabar tentang kematian ibunya lewat bibinya. Tetapi Seita tidak mempermasalahkan itu dan Seita berkata kepada Setsuko.

“Kau ingat kuburan yang didekat Nunobiki ? disitu ibu dimakamkan didekat pohon besar”

Memang terasa sedih tetapi Seita dan Setsuko harus terus bertahan dan kuat, dan juga Seita sebagai kakanya tidak pernah lepas sedetikpun untuk menghibur Setsuko agar dia tidak sedih.


Hari demi hari berlanjut dan Seita mulai kesulitan mendapatkan makanan, sampai-sampai dia harus rela mencuri buah dan makanan di perkebunan orang lain. Dan efeknya adalah Setsuko menjadi Diare dan punggung Setsuko mulai gatal – gatal. Hari demi hari setsuko terus melemah, Seita mulai sedih dan bekerja sekeras mungkin untuk mendapatkan makanan.


Saat Seita memeriksa keadaan Setsuko ke dokter, sesuai dugaan Setsuko mengalami Diare ditambah dengan biang keringat yang merusak kulitnya.

“Kumohon dokter tolonglah Setsuko!”

“ Anak ini harus disuntik “

“ Maaf dokter saya tidak mau Setsuko disuntik”. Karena jika disuntik akan mengeluarkan biaya,tetapi sayangnya Seita hanya anak miskin yang tidak punya apa-apa.

“ Anak ini butuh makanan.. Makanan?”

Tetapi sayangnya dokter tidak bisa membagikan makanan kepada Setsuko dan Seita karena pemerintah telah menjatah semua orang perbulannya. Hari demi hari berlanjut, Setsuko mulai paranoid tetapi Seita masih terasa sedih dan tidak ingin selalu melihat Setsuko terbaring lemah.

Sampai akhirnya ketika Seita berhasil membelikan Semangka kepada Setsuko, Setsukopun melahapnya sampai habis dan pada saat itu juga Setsuko mulai tertidur dan tidak pernah bangun lagi untuk selamanya.
perasaan hancur,sedih campur aduk didalam hatinya Seita ditambah Seita mendapat kabar bahwa Jepang telah menyerah tanpa syarat oleh Amerika Serikat dan juga berita bahwa seluruh armada angkatan laut semuanya tewas. ini berarti ayahnya Seita juga tewas.

pada saat itu Seita mulai depresi dan hidup seorang diri sampai pada akhirnya dia hanya merenungkan disamping pemakaman Setsuko dengan wajah menghadap kelangit.

Sementara itu Seita wafat pada tanggal 21 September 1945 dimana dia kelaparan dalam kondisi kelaparan di suatu tempat semacam stasiun.

Anime Movie Mengajarkan kita bahwa Peperangan hanya menghasilkan Kehancuran, Kekhawatiran , Kecemasan , Kekecewaan , Kebencian , Kematian dan Penderitaan.



0 Response to "Review Anime Movie Grave Of The FireFlies"

Post a Comment