SUDAHKAH ANDA BERSEDEKAH HARI INI ? cARA TERBAIK BERSEDEKAHBayangkan beliau orang tua kita ? Berjualan untuk hidup... Kadang dagangan tidak habis... Kadang kehujanan, kadang dicaci.... Salurkan sedekah anda ke admin otak bergetar.. BCA 460-000-1464... Admin bertanggung jawab menyalurkan seluruh bantuan ke yang berhak.. dan akan ada laporan resminya... "Amalmu yang akan menyelamatkanmu" Ingat... sebagian rezeki kita adalah hak mereka...
×

Dimanakah Batas Antara Bumi Dengan Luar Angkasa ?

Dimanakah Batas Antara Bumi Dengan Luar Angkasa ? - Hallo sahabat tersayang... cieeee, Pada sharingkali ini yang berjudul Dimanakah Batas Antara Bumi Dengan Luar Angkasa ?, saya telah membuat artile ini, mudah-mudahan isi postingan yang saya tulis ini dapat anda pahami. okelah, ini detailnya.

lihat juga


Dimanakah Batas Antara Bumi Dengan Luar Angkasa ?



Otak Bergetar - Mungkin kita sering bertanya-tanya, dimanakah batasan antara bumi dan luar angkasa. Beberapa orang akan menjawab bahwa atmosfer-lah yang merupakan batasan antara bumi dan luar angkasa. Beberapa orang lain mungkin akan beranggapan bahwa batas antara bumi dan luar angkasa ada di ketinggian orbit satelit. Dan berbagai macam pendapat-pendapat lain yang dikemukakan oleh orang-orang.

Tapi, dimana tepatnya batas antara Bumi dengan Luar angkasa itu berada?

Pertanyaan itulah yang muncul di benak seorang Theodore von Kármán, seorang insinyur dan fisikawan Amerika keturunan Hungaria. Pria kelahiran tahun 1881 ini, cukup aktif dalam dunia aeronautika dan astronautika. Dengan keahlian yang dia miliki, akhirnya dia membuat kesimpulan bahwa garis batas antara Bumi dan luar angkasa berada pada batas antara mesosfer dan termosfer, yaitu sekitar 85 sampai 100 kilometer dari permukaan laut.

Tentu, kesimpulan ini tidak hanya sekedar sebuah pendapat belaka, garis batas menurut Kármán tadi, didasari pada hitungan ketinggian dimana atmosfer bumi menjadi terlalu tipis untuk bisa mendukung adanya penerbangan aeronautika, seperti pesawat terbang ataupun helicopter. Di titik ini, sebuah pesawat terbang harus memiliki kecepatan orbital agar dapat menggunakan gaya angkat dari atmosfer, maka dianggaplah bahwa daerah tersebut sudah memasuki luar angkasa.
baca juga Penyebab Warna Bintang Berbeda - Beda

Setelah keluar dari garis ini, apa kita langsung memasuki ruang hampa di luar angkasa?

Jawabanya adalah tidak, diatasnya masih melalui berbagai tahapan lagi. Termasuk dalam bagian atmosfer bumi, yang semakin tinggi tempatnya, maka kepadatan atmosfer tersebut akan semakin berkurang, dan menjadi makin tipis. Atmosfer pada bumi sendiri, bisa dibilang berakhir di Eksosfer, yaitu suatu bagian atmosfer dengan tekanan atmosfer yang sangat tipis, dan terletak di ketinggian 10.000 kilometer dari permukaan laut.

Setelah berbagai pertimbangan, Federasi Aeronautika International atau biasa disingkat sebagai FAI, menyetujui pendapat Kármán soal garis batas luar angkasa. Kármán sendiri berpendapat, bahwa sebenarnya, garis batas yang ia maksud tidak benar-benar berada di 100 kilometer dari permukaan laut, namun bervariasi bergantung pada keadaan alam.
baca juga Bulan Tidak Memiliki Atmosfer ?

Namun Kármán sendiri melanjutkan, bahwa diperlukan suatu angka bulat yang mudah diingat oleh semua orang untuk menentukan batasan yang dimaksud. Maka disetujuilah batas 100 kilometer dari permukaan laut tadi, yang bisa kita sebut sebagai Garis Kármán, yang diberi nama demikian untuk menghormati penemunya.




0 Response to "Dimanakah Batas Antara Bumi Dengan Luar Angkasa ?"

Post a Comment